Sabtu, 21 November 2015

BISNIS ALA RASULULLAH

BISNIS ALA RASULULLAH
(Mind Mapping)

By: Lailatun Nadhifah
  









DAFTAR ISI
(Outline)

KATA PENGANTAR............................................................................................................... i
DAFTAR ISI.............................................................................................................................. ii
BAB I   PENDAHULUAN
A.    Bisnis Ala Rasul................................................................................................................
B.     Mengapa Harus Berbisnis Ala Rasul.................................................................................
BAB II  PEMBAHASAN
A.    Pengertian Bisnis Ala Rasul..............................................................................................
B.     Prinsip Bisnis Ala Rasul....................................................................................................
C.     Implementasi Dalam Bisnis Sekarang...............................................................................
D.    Keuntungan Berbisnis Ala Rasul......................................................................................
E.     Anjuran Agama Untuk Berbisnis Ala Rasul.....................................................................
F.      Umat Muslim Harus Berbisnis..........................................................................................

BAB III PENUTUP
A.    KESIMPULAN................................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA         






                                                                                          

Kamis, 12 November 2015

MENGAPA KITA HARUS MENULIS?

By: Laila_Nadzifah


Hemat saya ”Writer Is Modern Jihad”.
Guru saya pernah berkata “pejuang dulu mengerahkan segala kekuatan fisik dan pikiran serta finansial untuk berjuang, berjuang mengusir para penjajah dan berjuang menyelamatkan negara kita. Itu pejuang dulu, lha sekarang???
Akankah kita juga menggunakan senjata, bom, pistol dan lain-lain unuk berjuang??
Bukan seperti itu nak,,,!
Sudah bukan jamannya kita berjuang menggunakan senjata, sudah bukan saatnya berjuang dengan gerakan fisik.
Karena apa?
Karena bukan itu sekarang permasalahan yang kita hadapi, bukan penjajah dari Jepang atau Belanda lagi. Tapi adalah negara kita sendiri. Yaa,,itu dia. Menghadapai negara kita sendiri.
Jadi teringat dengan kata-kata almarhum presiden pertama kita, bapak proklamator kita, “BUNG KARNO”
cermata kata-kata beliau ini:
“Perjuangan Ku Lebih Mudah Karena Mengusir Penjajah, Perjuanganmu Akan Lebih Sulit Karena Melawan Bangsamu Sendiri”
Benar Sekali!

Bangsa kita sedang dilanda krisis moral, krisis akhlak, krisis adab!
Prostitusi dimana-mana, kekerasan di sudut kota maupun desa.
Tak kenal tempat dan waktu, akhlak tak digubris sama sekali.
Orang tua ditinggal anak sudah hal yang biasa!
Anak menuntut harta orang tua sudah tak asing didengar telinga!

Inilah sekarang kondisi bangsa kita,
suda tidak kaya-kaya (hehe), miskin akhlak pula!
NGERI Bukann????

Sudah saatnyalah kita bergerak, bergerak untuk berjuang!
Berjuang untuk kemaslahatan kita bersama.
Lha, BAGAIMANA caranYa?

MENULIS!

Hanya satu kata,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,”MENULIS
 “MENULISLAH Teman,,,,”
Menulis untuk berjuang, menulis untuk mengingatkan orang yang salah, mengarahkan orang yang mencari arah, menunjukkan jalan kepada orang yang butuh jalan. Intinya tulisan kita bisa bermanfaat bagi orang lain. Bukankah sudah jelas di dalam hadits:
خَيْرُ النَّاسِ اَنْفَعُهُمْ لِنَّاسِ
“Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaaat bagi orang lain”
Orang lain SIAPA?
ya siapa lagi,,,,,???
MAYARAKAT Kita!
BANGSA Kita!
“Sangat terekam dalam ingatan saya kata-kata Mas Tendi di kelas”
Menulis itu:
1.      Memberikan manfaat kepada orang banyak
2.      Lebih pede
3.      Menguatkan baranding
4.      Amal jariyah
5.      Meninggalkan jejak untuk orang yang kita cintai
6.      Menambah penghasilan
7.      Memperbaiki keadaan

Saya sangat yakin kenapa Mas Tendi menempatkan poin “memberikan manfaat pada orang lain di poin pertama” pasti bukan tanpa alasan.

Adakah yang kenal dengan Bob Sadino?
 yaa,,, beliau adalah seorang pebisnis yang mulai bisnisnya dari nol, yang mampu memotivasi banyak orang untuk menjadi pengusaha, termasuk saya. Hehe
Bob sadino mempuyai kata-kata bagus yang harus kita certmai.
Inilah kata-kata beliau:
“Saya Tidak Mau Pengalaman Dan Pengetahuan Yang Saya Miliki, Terkubur Bersama Tubuh Saya Ketika Mati Kelak”.
Hemmm,,,,jadi inget mati nih. hehe
Pasti semua orang akan mengalami mati. Sekali lagi AKAN mengalami Kematian.
Karena dunia ini hanya bentar lo teman, sangat bentar.
pepatah jawa mengatakan,”dunyo iki mung mampir ngombe”(dunia ini hanya sebatas mampir minum air)
apa artinya??
Cuma sebentar , Sangat sebentar!
Teman-teman coba diprektekkan,,,berapa lama kita minum air?
paling lama 2 menit, atau ada yag sampai 1 jam???
itu mah, Renang..hehe
Kalau kehidupan ini Cuma sebentar, Lha kehidupan apa yang kekal???
Itulah kehidupan setelah dunia, kehidupan kekal tanpa mati atau hidup.
yaitu kehidupan AKHIRAT.
Ada ulama terkenal berkata  “Dunia Kampung Amal, Akhirat Kampung Balasan, Barang Siapa Tidak Beramal Disini, Akan Menyesal Disana” (Imam Ahmad Ibnu Hambal)

Amal apa yang dimaksud?
amal JARIYAH,,,,
amal yang tidak akan putus pahalanya sampai dibawa meninggal.
ndak percaya nih kata-kata saya, hemmm

okke deh, ini nih haditsnya:
إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau anak yang sholeh yang mendo’akan orang tuanya” (HR. Muslim no. 1631)

Nha, dengan menulis kita sudah bisa menyicil satu Tabungan tuh,,AMAL JARIYAH.
tulisan kita tidak akan pernah mati ,meskipun kita nanti sudah Meninggal.
So, mari MENULIS kawan,,,
menulis untuk kemslahatan dan membuat gerakan untuk perubahan yang lebih baik.
insyallh bisa , ketika ISTIQOMAH menjadi Komitmen Kita
J

keep spirit
J




Rabu, 04 November 2015

CARA “SMART” MENGUASAI BERBAGAI ILMU


By: Laila_Nadzifa

Pengen belajar banyak ilmu tapi merasa kesulitan?
ini nih solusinya!



Kemarin, salah satu teman satu kelas saya bercerita:
“Nadzif, aku kok susah ya nguasai ilmu-ilmu yang ada di mata kuliah kita?”
Saya hanya manggut-manggut saja, sambil dalam hati”emang gue enggak apa?,,hehe”

Dia kembali menyahut“gimana caranya ya biar kita bia mudah paham dan menguasai ilmu yang kita inginkan?”
Suasana seketika bisu, saya dan teman saya pun tak tau apa solusinya.

Besoknya, setelah mengikuti ta’lim ba’da subuh tiba-tiba  ada pesan dari whatsapp masuk .
saya baca dari atas yang berjudul “Nasehat imam syafi’i kepada para penuntut Ilmu”, saya lanjutkan scroll ke bawah dan seketika membuat hati ”DEG!”.
dalam hati saya ”Inilah Skenario yang Maha Kuasa”

ini isinya
الاـ ـ لن تنال العلم الابستة سانبيك عن  تفصيلها ببيان: ذكاءوحرص واجتهادودره م وصحبةاستذ وطول زمن
“Ketahuilah,,,,Kalian tidak akan mendapatkan imu kecuali dengan 6 perkara yang akan saya beritahukan rinciannya:
1.      Kecerdasan
2.      Semangat
3.      Bersunguh-sungguh
4.      Dirham(artinya: kesediaan mnegeluarkan uang)
5.      Bersahabat dengan ustadz/ guru
6.      Dengan waktu yang lama
(dinukil dari kitab ta’lim muta’alim)

Betapa Allah sangat menyayangi hamba_Nya, menjawab kegalauan kami.
Subhanallah....

Semoga teman-teman bisa memetik manfaat dari tulisan ini. Amiiinn




Rabu, 28 Oktober 2015

Sombong, Perlu Ya??


Kuliah siang-siang gini siapa sih yang gak ngantuk? Hehe

Tapi tiba-tiba dosen membuat saya mengurungkan untuk ngantuk,,hee

Beliau menjelaskan kalau “sombong itu seperti orang diatas gunung”, benar????
Manurut saya sih, benar.
Karena apa?
dia merasa tinggi, dan paling tinggi diatara siapapun yang ada di bawah.

Tapi apa yang sebenarnya terjadi?

lha wong orang yang ada di bawah itu lo ngeliat dia juga kecil, bahkan malah gak keliatan karena saking kecil dan jauhnya. Heee

Itulah orang yang sombong. Sombong apapun, bukan hanya harta,,,tapi juga yang lain.

Silahkan teman-teman menyimpulan sendiri-sendiri sambil memperhatikan ayat dibawah ini:

وَ لاَ تَمْشِ فِى اْلاَرْضِ مَرَحًا، اِنَّكَ لَنْ تَخْرِقَ اْلاَرْضَ وَ لَنْ تَبْلُغَ اْلجِبَالَ طُوْلاً. الاسراء:37
Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung. [QS. Al-Israa' : 37]









By: Laila_Nadzif

PP.Darun Nun
Perum Bukit Cemara Tidar Blok F.03 No.04

Senin, 26 Oktober 2015

Inilah Hari dimana Hati Digetarkan oleh suara lembut ustadzah


Mumpung masih dipondok, mari belajar semua nya , ya ngaji, ya bersosialisasi dan belajar yang lain, ilmu pengetahuan ataupun ilmu kehidupan.
Karena ap? tingkah laku kita sekarang adalah cerminan kita besok waktu dimasyarakat.
Bagaimana kita bersikap di masyarakat besok,,,
Bagaimana kita berkomunikasi yang sopan, baik dan tidak menyakiti hati,,,
Bagaimana kita menghadapi masalah,,
Bagaimana kita menghadapi orang yang sama sekali berbeda dengan kita. Berbeda suku, pemahaman, sifat dll.
Nha disinilah kesempatan kita,,
Kesempatan yang tidak akan terulang,,



So, para santri,,, MARi kita belajar dan belajar untuk selalu memperbaiki diri dan menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari





By: Laila_Nadzifa

Jumat, 23 Oktober 2015

Cuplikan kalimat "Gus Mus"


Sosok kyai yang tidak pernah lulus SMA tapi bisa mendapatkan gelar sarjana dari universitas kairo ini terkenal dengan sosok kyai yang suka guyon,,,hehe

Disini penulis tidak akan membahas lebih jauh tentang KH.Musthofa Bisri atau yang dikenal dengan sebutan Gus Mus .

inilah sedikit kutipan yang saya ambil dari seorang kyai yang disebut juga sebagai Sastrawan dan budayawan .

Jadi begini,
Kehidupan beragama itu seperti orang sekolah, ada Paud, SD, SMP, SMA, Perguruan Tinggi.


" Apa maksudnya ya???
*penulis juga masih bingung,,heehee


Orang yang sudah SMP kadang sering marah pada yang masih anak-anak atau masih kecil yng berada di tingkat bawahnya, Dan juga yang sudah SMA marahnya pada yang masih di tingkat SMP.


Nha, untuk masalah pemahaman agama sendiri yang di tingkat perguruan tinggi pasti lebih mengerti jika dibandingkan dengan anak kecil yang duduk di PAUD,,


# penulis ngacau ni, ya pasti lah,,PAUD baca aja masih belum bisa,,hee.
Tunggu dulu,,,lanjutin bacanya ya,,,


Yang duduk di bangku SMA keatas akan sangat paham jika agama itu  mengajarkan Kedamaian, Kekeluargaan, Ketentraman dll.
Jadi kalau masih PAUD,  gak tau masalah kayak gitu. disangkanya agama malah sebaliknya,.

Makanya yang Sering Berkelahi itu adalah anak-anak kecil. Kalau orang tua atau yang sudah dewasa kok masih berkelahi ya itu berarti kayak anak PAUD itu tadi.


#Semoga Bermanfaat:)


by: Laila_Nadzifa

Minggu, 11 Oktober 2015


MALU KARENA ”ILMU GADAI”


DI suatu sore, saya mengobrol dengan salah satu ustadz yang ad di el-zawa
di tengah2 perbincangan tiba-tiba beliau bertanya,
 kamu ada mata kuliah gadai a?
“iya ,ada tadz”..jawab saya
“gimana itu”? lanjut sang ustadz bertanya

weeeewww,,,,entah karena apa tiba-tiba ustadz tanya tentang pengetahuan gini, ndak biasanya,,hemmm. Dan yang paling mengesakkan saya sangat lupa dengan ilmu yang terkait dengan gadai, benar2 lupa,,,ya allah

tak tau apa yang harus dilakukan, jadi kikuk dan serba salah tingkah, si ustadz tetep disitu dan tetap dengan postur dinginnya.
tak kehabisan akal, sesegera mungkin saya ambil tindakan, ku telf salah satu temen, dan langsung saya bilang
“ohh, udah di gerbang ya...ok2, q segera kesitu.”
Lha temen yang ada diseberang telfon bingung dan heran, apa maksudnya ni anak,,hehe
segera aku berpamit dengan ekspresi sungkan, untungnya si ustad tetap diem, meskipun pertanyaan beliu belum saya jawab.
Mungkin inilah cara allah meningatkan saya, bahwasanya العلم فى الصدور لا فى ال
sesampai di pondok segera ku cari buku tentang ekonomi syari’ah. Dan inilah ilmu yang saya dapat.

Gadai secara etimologis berarti tsubut (tetap) dan dawam (kekal, terus menerus). Dikatakan ma’rahin artinya air yang tenang(diam), ni’mah rahinah artinya nkmat yang terus-menerus/ kekal. Ada yang mengatakan bahwa rahn adalah habs(menahan) .
 Berdasarkan firman allah Qs.Al-Mudatsir (74):38:”tiap-tiap diri bertanggungjawab atas apa yang diperbuatnya.” Maksudnya, setiap diri itu tertahan. Makna ini lebih dekat dengan makna yang pertama (yakni tetap), karena sesuatu tertahan itu bersifat tetap di tempatnya.
adapun rahn secara terminologis adalah menjadikan harta benda sebagai jaminan utang agar utang itu dilunasi (dikembalikan), atau dibayarkan harganya jika tidak dapat mengembalikannya.
Dan hukum rahn ini diperbolehkan daam isalm berdasrakan dalil al-qur’an , hadits dan ijma’.
Dasarnya; al-qur’an surah al-baqarah:283
HR Bukhari Muslim; Dari Ali Sayah R.A: bahwa rasul membeli makanan dri seorang  yahudi dan beliau menggadaikan baju besi kepadanya.

Dasar ijma’ adalah  bahwa kaum musimin sepakat diperbolehkan rahn (gadai) secara syari’at ketika bepergian (safar) dan ketika dirumah (tidak bepergian) kecuali mujahid berpendapat , bahwa rahn hanya berlaku ketika bepergian berdasarkan ayat diatas. Akan tetapi, mujahid ini dibantah dengan argumnetasi hadis diatas. Disamping itu, penyebutan safar (bepergian) dalam ayat diatas keluar dari yg umum (kebiasaan).
Fatwa MUI tentang rahn (gadai) ini tercatat dalam dewan syariah nasional MUI nomor: 24/DSN-MUI/III/2002

Inilah ilmu tentang rahn , semoga bermanfaat kawann,,



by: Laila_NadzifaJ