Jumat, 23 Oktober 2015

Cuplikan kalimat "Gus Mus"


Sosok kyai yang tidak pernah lulus SMA tapi bisa mendapatkan gelar sarjana dari universitas kairo ini terkenal dengan sosok kyai yang suka guyon,,,hehe

Disini penulis tidak akan membahas lebih jauh tentang KH.Musthofa Bisri atau yang dikenal dengan sebutan Gus Mus .

inilah sedikit kutipan yang saya ambil dari seorang kyai yang disebut juga sebagai Sastrawan dan budayawan .

Jadi begini,
Kehidupan beragama itu seperti orang sekolah, ada Paud, SD, SMP, SMA, Perguruan Tinggi.


" Apa maksudnya ya???
*penulis juga masih bingung,,heehee


Orang yang sudah SMP kadang sering marah pada yang masih anak-anak atau masih kecil yng berada di tingkat bawahnya, Dan juga yang sudah SMA marahnya pada yang masih di tingkat SMP.


Nha, untuk masalah pemahaman agama sendiri yang di tingkat perguruan tinggi pasti lebih mengerti jika dibandingkan dengan anak kecil yang duduk di PAUD,,


# penulis ngacau ni, ya pasti lah,,PAUD baca aja masih belum bisa,,hee.
Tunggu dulu,,,lanjutin bacanya ya,,,


Yang duduk di bangku SMA keatas akan sangat paham jika agama itu  mengajarkan Kedamaian, Kekeluargaan, Ketentraman dll.
Jadi kalau masih PAUD,  gak tau masalah kayak gitu. disangkanya agama malah sebaliknya,.

Makanya yang Sering Berkelahi itu adalah anak-anak kecil. Kalau orang tua atau yang sudah dewasa kok masih berkelahi ya itu berarti kayak anak PAUD itu tadi.


#Semoga Bermanfaat:)


by: Laila_Nadzifa

Minggu, 11 Oktober 2015


MALU KARENA ”ILMU GADAI”


DI suatu sore, saya mengobrol dengan salah satu ustadz yang ad di el-zawa
di tengah2 perbincangan tiba-tiba beliau bertanya,
 kamu ada mata kuliah gadai a?
“iya ,ada tadz”..jawab saya
“gimana itu”? lanjut sang ustadz bertanya

weeeewww,,,,entah karena apa tiba-tiba ustadz tanya tentang pengetahuan gini, ndak biasanya,,hemmm. Dan yang paling mengesakkan saya sangat lupa dengan ilmu yang terkait dengan gadai, benar2 lupa,,,ya allah

tak tau apa yang harus dilakukan, jadi kikuk dan serba salah tingkah, si ustadz tetep disitu dan tetap dengan postur dinginnya.
tak kehabisan akal, sesegera mungkin saya ambil tindakan, ku telf salah satu temen, dan langsung saya bilang
“ohh, udah di gerbang ya...ok2, q segera kesitu.”
Lha temen yang ada diseberang telfon bingung dan heran, apa maksudnya ni anak,,hehe
segera aku berpamit dengan ekspresi sungkan, untungnya si ustad tetap diem, meskipun pertanyaan beliu belum saya jawab.
Mungkin inilah cara allah meningatkan saya, bahwasanya العلم فى الصدور لا فى ال
sesampai di pondok segera ku cari buku tentang ekonomi syari’ah. Dan inilah ilmu yang saya dapat.

Gadai secara etimologis berarti tsubut (tetap) dan dawam (kekal, terus menerus). Dikatakan ma’rahin artinya air yang tenang(diam), ni’mah rahinah artinya nkmat yang terus-menerus/ kekal. Ada yang mengatakan bahwa rahn adalah habs(menahan) .
 Berdasarkan firman allah Qs.Al-Mudatsir (74):38:”tiap-tiap diri bertanggungjawab atas apa yang diperbuatnya.” Maksudnya, setiap diri itu tertahan. Makna ini lebih dekat dengan makna yang pertama (yakni tetap), karena sesuatu tertahan itu bersifat tetap di tempatnya.
adapun rahn secara terminologis adalah menjadikan harta benda sebagai jaminan utang agar utang itu dilunasi (dikembalikan), atau dibayarkan harganya jika tidak dapat mengembalikannya.
Dan hukum rahn ini diperbolehkan daam isalm berdasrakan dalil al-qur’an , hadits dan ijma’.
Dasarnya; al-qur’an surah al-baqarah:283
HR Bukhari Muslim; Dari Ali Sayah R.A: bahwa rasul membeli makanan dri seorang  yahudi dan beliau menggadaikan baju besi kepadanya.

Dasar ijma’ adalah  bahwa kaum musimin sepakat diperbolehkan rahn (gadai) secara syari’at ketika bepergian (safar) dan ketika dirumah (tidak bepergian) kecuali mujahid berpendapat , bahwa rahn hanya berlaku ketika bepergian berdasarkan ayat diatas. Akan tetapi, mujahid ini dibantah dengan argumnetasi hadis diatas. Disamping itu, penyebutan safar (bepergian) dalam ayat diatas keluar dari yg umum (kebiasaan).
Fatwa MUI tentang rahn (gadai) ini tercatat dalam dewan syariah nasional MUI nomor: 24/DSN-MUI/III/2002

Inilah ilmu tentang rahn , semoga bermanfaat kawann,,



by: Laila_NadzifaJ




Kamis, 04 Juni 2015

Indonesia Was Was

laila_nadzifa
(State Islamic University Of Malang)



Bagi yang warga indonesia silahkan mengacungkan tangan!..:)

Sadar tidak sadar, diakui atau tidak diakui, percaya atau tidak , negara yang kita huni ini dipenuhi oleh masyarakat yang mayoritas muslim. Masjid bukanlah bangunan yang asing di mata kita, al-qur’an bukanlah  kitab yang aneh di mata kita, lantunan gema takbir dan bacaan al-qur’an bukan hal yang jarang didengar di telinga kita. Itu artinya islam secara transparan dan terang-terangan terpublikasikan di negara kita dan tak ada yang merasa terbebani dengan keberadaannya.
Tapi yang menjadi pertanyaan besar! Sudahkah pribadi individu juga sesuai dengan al-qur’an?????
Ini yang perlu kita renungkan!
Di masyarakat kita ini, banyak permasalahan abadi yang tidak terselesaikan! Dan telaah terpatenkan dengan sendirinya.
Kemiskinan  abadi!  Kejahatan  abadi! Kebodohan berkepanjangan (kayak musim ujan aja,,hehe)
Inilah beberapa poin yang saya petik dari kata-kata seorang tokoh besar “Badiuzzaman Said Nursi” dalam buku berjudul Api Tauhid yang ditulis Habiburrahman El-Shirazy (Kang Abik)
Dalam buku tersebut Badiuzzaman Said Nursi berkata bahwa:
“MUSUH kita dan yang mneghancurkan kita adalah aga (kebodohan), dan putranya yang bernama efendi (kemiskinan), serta cucunya bey (permusuhan)”
Apa solusinya? ,,,,,,,,,,,,Ini nih!:
QS. Al Baqoroh 214
÷Pr& óOçFö6Å¡ym br& (#qè=äzôs? sp¨Yyfø9$# $£Js9ur Nä3Ï?ù'tƒ ã@sW¨B tûïÏ%©!$# (#öqn=yz `ÏB Nä3Î=ö6s% ( ãNåk÷J¡¡¨B âä!$yù't7ø9$# âä!#§ŽœØ9$#ur (#qä9Ìø9ãur 4Ó®Lym tAqà)tƒ ãAqß§9$# tûïÏ%©!$#ur (#qãZtB#uä ¼çmyètB 4ÓtLtB çŽóÇnS «!$# 3 Iwr& ¨bÎ) uŽóÇnS «!$# Ò=ƒÌs% ÇËÊÍÈ   .
214. Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, Padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, Sesungguhnya pertolongan Allah itu Amat dekat.
Permasalahan-permasalah tersebut ada disekeliling kita. Sadarkah anda?
HARUS SADAR!
Dan siapa yang bisa mengatasinya? KITA!!
Kemunduran, kemajuan dan perkembangan kita sendiri yang bisa mengubah atau mematenkan. Sebagai seorang pemuda sudahlah menjadi kewajiban kita untuk membereskan itu semua., bukannya “kita agen of change”???dengan tetep niat beribadah kepada allah
Kitalah yang dinanti-nanti, kita jugalah yang diharapkan untuk suatu perubahan, dan  hanya kita yang bisa merubah.
MUST BELIEVE WE CAN DO IT
Hemmm,,,saya yakin nih pasti temen-temen sudah cukup  ilmu dan sudah saatnya diamalkan untuk bisa berkotribusi langsung ditengah masyarakat.
Masih ingatkah temen-temen dengan hadits ini;
العلمُ بلَا عملٍ كشجرة بلا ثمرة
Ilmu  yang tidak diamalkan,  itu bagaikan pohon yang tak berbuah.

Seperti contoh pahan mangga (wahh..lagi musim nih,,hee) Sesering apa kita menyirami, Semahal apa pupuk yang dibeli, sebaik apa kita merawat,  jika tidak ada buahnya, yaaa percuma !
So, mari buka hati dan pikiran , and berdo’a semoga apa yang kita cari hari ini, siang malam, anas hujan, capek pegal (kayak iklan aja,,hua,hua,hua) semoga barokah dan bisa bermanfaat, bagi diri sendiri dan orang lain, amiin yaa robb.

By : laila nadzifa